Mengenal Covid-19: 8 Cara Efektif Agar Tidak Tertular Virus Corona

0
14479
Cara Efektif Agar Tidak Tertular Virus Corona

Penyebaran wabah virus corona SARS-CoV2 atau yang dikenal juga dengan nama 2019-nCoV, semakin meresahkan dunia. Maklum, virus penyebab penyakit virus corona atau coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini telah meluas ke lebih dari 150 negara dan menginfeksi ratusan ribu orang. Bahkan, hingga saat ini ribuan orang meninggal dunia karena COVID-19. Mari mengenal COVID-19 lebih dalam agar tidak tertular virus corona.

Di Indonesia sendiri kasus COVID-19 pertama kali dikonfirmasi pada 2 Maret 2020 dan sejak saat itu, angka pasien COVID-19 terus merangkak naik. Alhasil, masyarakat pun diimbau untuk memperkaya diri dengan berbagai informasi seputar COVID-19. Dengan demikian, mereka bisa melakukan upaya pencegahan secara mandiri dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika mengetahui ada orang di sekitarnya yang terinfeksi maupun mengalami gejala COVID-19. Berikut ini detail mengenal covid-19 serta cara efektif agar tidak tertular virus corona.

Mengenal Covid-19: Apa itu virus corona?

Untuk mengenal COVID-19, perlu diketahui, virus corona penyebab COVID-19 yang tengah mewabah saat ini adalah jenis baru dari keluarga coronavirus. Karena virus ini merupakan jenis baru, maka virus ini dinamakan SARS-CoV2 atau 2019-nCoV.  Virus corona merupakan keluarga besar virus penyebab beberapa penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan, mulai dari flu biasa sampai sejumlah penyakit yang lebih parah seperti Middle East respiratory syndrome (MERS-CoV), severe acute respiratory syndrome (SARS-CoV), serta COVID-19.

World Health Organization (WHO) menyebutkan, virus ini bersifat zoonotik. Artinya, virus pertama kali menginfeksi hewan, dan kemudian menyerang manusia. Pada manusia, virus ini bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan hingga akut. Virus corona pertama kali diketahui menginfeksi manusia pada pertengahan tahun 1960-an.

Adapun, virus corona jenis baru, SARS-CoV2, pertama kali dideteksi menginfeksi warga Wuhan, China, pada Desember 2019. Diketahui gejala ini dialami seorang warga Wuhan berusia 50-an tahun pada November 2019, hingga kemudian menyebar dalam waktu cepat di China dan kemudian meluas ke seluruh dunia.

Karakteristik virus corona

Virus corona SARS-CoV2 tergolong virus berukuran besar dengan diameter 400-500 micrometer. Disebutkan bahwa virus ini bisa mati dengan kandungan alkohol di atas 70%. Melansir pemberitaan Kompas, Maret 2020, sebuah penelitian mengidentifikasi fitur kunci di virus korona yang terletak di bagian permukaan. Hal ini menjadi petunjuk bagaimana virus corona bisa mudah menyerang sel manusia, terutama organ pernapasan.

Setelah terinfeksi dalam kondisi paling parah, pasien akan mengalami pneumonia atau gangguan pernapasan akut, hingga berujung kematian. Namun, banyak juga pasien COVID-19 yang sembuh. Karena COVID-19 belum ada vaksinnya, maka kunci kesembuhan pasien terletak pada imunitas atau kekebalan tubuh.

Baca juga: Cara Aman Traveling Saat Wabah Virus Corona

Kenali gejala virus corona

Umumnya, mereka yang terinfeksi virus corona mengalami gejala yang juga ditemukan pada penyakit lainnya, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, serta diikuti demam tinggi. Hal ini membuat pasien COVID-19 terlambat terdeteksi karena dianggap mengalami batuk pilek biasa. Oleh karena itu, penting mengetahui gejala awal terinfeksi virus corona.

Seperti diberitakan Business Insider, Maret 2020, berikut gejala awal virus corona dari hari ke hari. Namun, sebaiknya jangan terlalu terpaku dengan hal ini karena gejala yang muncul bisa bergantung pada tingkat imunitas tubuh.

  • Hari 1: Pasien biasanya mengalami demam. Ada pula yang 1-2 hari sebelumnya mengalami diare atau mual. Pasien lainnya ada yang merasakan kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.
  • Hari 5: Pasien mungkin akan mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit bawaan lainnya.
  • Hari 7: Memasuki hari ke-7, berdasarkan penelitian Universitas Wuhan, periode ini merupakan rata-rata pasien dirawat di rumah sakit.
  • Hari 8: Pada titik ini, pasien dengan kasus yang parah (menurut CDC China, angkanya sekitar 15 persen) akan mengalami sindrom gangguan pernapasan akut. Sejumlah kasus berujung fatal.
  • Hari 10: Jika kondisi pasien memburuk, akan ditangani dengan perawatan di ICU. Biasanya pasien mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan.
  • Hari 17: Umumnya mereka yang terinfeksi dan bisa melalui masa krisis akan pulih dan keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan sekitar 2,5 minggu.

Jika Anda ingin memastikan kondisi atau gejala flu yang sedang Anda rasakan, Anda bisa manfaatkan layanan konsultasi daring dengan dokter terpercaya melalui Halodoc di link ini: 

Konsultasi Online Halodoc.

Laman ini merupakan layanan konsultasi online untuk pengecekan awal terhadap  COVID-19. Halodoc sebagai rekanan resmi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat mengenai COVID-19, mengizinkan Anda untuk memilih dokter-dokter spesialis sesuai dengan keluhan yang ingin Anda konsultasikan.

Baca juga: 6 Cara Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik Tanpa Ribet

Cara efektif agar tidak tertular virus corona

WHO telah mengeluarkan sejumlah panduan perlindungan diri dan langkah pencegahan tertular virus corona. Yang perlu dipahami, virus corona jenis baru ini menular melalui beberapa cara, yaitu:

  • Melalui tetesan cairan (droplets) yang asalnya dari batuk dan bersin
  • Melakukan kontak dekat dengan carrier atau pembawa virus misalnya bersalamans
  • Menyentuh benda atau permukaan yang di atasnya ada virus. Kemudian, tanpa mencuci tangan menyentuh mulut, hidung, atau mata
  • Kontaminasi tinja, namun penularan ini jarang terjadi
  • Studi baru menemukan, ada potensi penularan terjadi melalui udara.

Lalu, apa yang bisa dilakukan sebagai cara efektif agar tidak tertular virus corona?

  1. Rajin cuci tangan
    Selalu mencuci tangan dengan sabun atau dengan cairan pembersih tangan (hand sanitizer, dengan kadar alkohol lebih dari 70%). Apalagi, jika baru kontak dengan orang lain atau tengah berada di area publik.
  2. Hindari sentuh area wajah
    Jangan sering-sering menyentuh area wajah sebelum memastikan tangan Anda bersih atau steril.
  3. Hindari transportasi publik
    Cara efektif agar tidak tertular virus corona salah satunya adalah sebisa mungkin hindari akses transportasi publik. Potensi penularan di transportasi publik sangat besar, karena kita tak mengetahui riwayat perjalanan dan kesehatan orang lain. Jika tak punya pilihan dan harus melakukan perjalanan, simak panduan amannya di sini: Panduan Perjalanan.
  4. Selalu bawa hand sanitizer
    Jika harus keluar rumah atau bepergian, jangan pernah lupa membawa hand sanitizer. Stok pembersih tangan saat ini sangat langka. Anda bisa mencoba membuatnya sendiri sesuai dengan standar WHO. Caranya, bisa diakses di sini: Cara Buat Hand Sanitizer.
  5. Di rumah saja
    Ikuti imbauan pemerintah untuk bekerja, beribadah, dan belajar di rumah. Hal ini untuk mengurangi potensi kontak dengan orang lain dan tentunya mengurangi risiko tertular virus corona.
  6. Social distancing
    Social distancing atau jarak sosial juga harus menjadi perhatian. Di beberapa negara, praktik ini dianggap efektif untuk menekan penularan virus corona. Jaga jarak 1-2 meter jika berada di area publik, hindari kerumunan.
  7. Jaga imunitas tubuh
    Mereka yang dinyatakan sembuh dari virus corona karena memiliki imunitas atau kekebalan tubuh yang kuat. Mengapa? Belum ada vaksin untuk mengobati virus corona. Oleh karena itu, satu-satunya kunci untuk mengalahkan virus ini adalah imunitas tubuh. Konsumsi makanan bergizi, perbanyak makan buah dan sayur, booster vitamin jika dianggap perlu, dan waktu yang cukup untuk beristirahat.
  8. Bersihkan permukaan barang/benda
    Disiplin dan rutin membersihkan permukaan barang yang biasa Anda sentuh. Misalnya, pegangan pintu, permukaan ponsel, uang, dompet, dan lain-lain. Virus corona dimungkinkan menempel di permukaan benda dan bisa menjadi sarana penularan.
Baca juga: Asuransi Kesehatan Hospital Benefit Vs Cash Plan, Pilih Mana Sebaiknya?

Mengenai penggunaan masker, ikuti panduan untuk bijak dalam penggunaannya. Masker digunakan jika Anda merasa tidak sehat, sehingga dikhawatirkan bisa menularkan virus kepada orang lain. Sebagai langkah preventif, jika berada di area publik, di mana Anda tidak yakin orang-orang sakit memiliki kesadaran menggunakan masker, Anda bisa mengenakannya. Tetapi, pahami juga penggunaan masker dengan benar.

Berbagai materi edukasi seputar pencehan virus corona bisa diakses melalui situs resmi pemerintah covid19.go.id.

Apa yang harus dilakukan jika merasakan gejala COVID-19?

Ketika merasakan gejala COVID-19, apa yang harus dilakukan? Kementerian Kesehatan mengeluarkan sejumlah panduan yang bisa Anda jadikan rujukan untuk mengambil keputusan. Yang terpenting, Anda memahami gejala yang perlu diwaspadai dan tahu tindakan apa yang harus diambil.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui mengenai Protokol Kesehatan Kemenkes di antaranya:

  • Jika merasa tidak sehat, seperti demam 38 derajat celcius atau lebih, dan batuk pilek, sebaiknya istirahat di rumah. Perbanyak minum. Jika masih ada keluhan, misalny kesulitan bernapas, segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Jika memenuhi kriteria terduga COVID-19, Anda akan dibawa ke rumah sakit rujukan menggunakan fasilitas layanan kesehatan.
  • Selanjutnya, akan menjalani pengambilan spesimen untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lindungi diri secara optimal dengan Avrist Simple Start 

Bagi Anda yang membutuhkan produk asuransi kesehatan untuk melindungi risiko terhadap kesehatan Anda, Avrist Assurance memiliki Avrist Simple Start.

Avrist Simple Start merupakan asuransi kesehatan yang dilengkapi dengan asuransi jiwa berjangka. Tertanggung mendapatkan perlindungan ketika membutuhkan perawatan atau tindakan medis lanjutan di rumah sakit.

Manfaat produk ini meliputi manfaat kamar rawat inap harian, manfaat pembedahan, manfaat biaya medis, manfaat rawat jalan, manfaat rawat jalan umum, manfaat rawat jalan tambahan, dan manfaat bonus tanpa klaim. Keuntungan lainnya, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital cashless outpatient (DCO) atau rawat jalan non tunai yang merupakan kerja sama Avrist dan Halodoc.

Dengan fasilitas ini, Anda bisa melakukan konsultasi tak terbatas dengan dokter umum dan spesialis dan obat yang diresepkan setelah konsultasi dokter melalui Halodoc dijamin oleh asuransi. Tak hanya itu, fasilitas ini memastikan obat yang Anda pesan diantar langsung  ke tempat Anda dengan aman. Untuk bisa menikmati fasilitas tersebut, Anda tinggal mengunduh aplikasi Halodoc, kemudian hubungan dengan asuransi Avrist Anda, selanjutnya ikuti panduan yang ada.

Ayo, tetap waspada dan lakukan 8 cara efektif agar tidak tertular virus corona. Dan yang tak kalah penting, lengkapi diri Anda dengan asuransi kesehatan terbaik untuk memperoleh perlindungan optimal.