Inilah Penyebab Mengapa Premi Asuransi Anda Jadi Mahal

0
18949
premi asuransi

Kebutuhan proteksi telah menjadi salah satu syarat keuangan pribadi yang sehat. Mumpung masih awal tahun, ini waktu yang tepat bagi Anda untuk melengkapi kebutuhan proteksi keluarga dengan membeli polis asuransi. Kini, Anda bisa membeli asuransi dengan mudah, karena ada banyak perusahaan yang menawarkan berbagai berbagai produk asuransi mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kerugian, dan lain sebagainya. Cara membelinya pun semakin mudah seiring perkembangan teknologi internet.

Namun, tidak sedikit orang yang terkejut ketika mendapati polis asuransi yang hendak di beli, kok, preminya mahal. Apakah Anda juga mengalami hal yang sama? Pada dasarnya, premi atau harga sebuah polis asuransi ditentukan oleh banyak faktor. Supaya Anda bisa memperkirakan berapa dana yang perlu dialokasikan untuk membeli polis asuransi, ada baiknya memahami dulu faktor-faktor penentu mahal atau murahnya premi asuransi di bawah ini:

1. Usia tertanggung

Usia tertanggung atau pihak yang ditanggung risiko finansialnya oleh perusahaan asuransi, sangat menentukan harga premi sebuah produk asuransi, khususnya asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Semakin muda usia tertanggung ketika membeli polis asuransi, kemungkinan besar harga premi asuransi yang harus dia bayarkan juga lebih murah. Bahkan di beberapa perusahaan asuransi, si calon tertanggung dengan usia di bawah 30 tahun tidak diwajibkan tes kesehatan lebih dulu untuk mendapatkan perlindungan polis. Sebaliknya, semakin tua usia si tertanggung, berarti risiko yang dialihkan kepada perusahaan asuransi semakin besar. Ini yang menyebabkan perusahaan asuransi menetapkan premi lebih mahal.

Baca juga: Suami Istri Sama-Sama Bekerja, Perlukah Asuransi Jiwa Masing-Masing?

Sebaliknya, semakin tua usia si tertanggung saat meneken kontrak polis asuransi, akan semakin mahal pula premi yang harus dia bayarkan. Sebagai gambaran, si A membeli asuransi jiwa berjangka (term life) di usia 30 tahun dengan nilai uang pertanggungan Rp1 miliar dengan perlindungan selama 20 tahun. Untuk mendapatkannya si A hanya perlu membayar premi per tahun sebesar Rp3,5 juta. Di saat yang sama, si B yang sudah berusia 42 tahun membeli asuransi jiwa berjangka dengan nilai pertanggungan dan kontrak yang sama, dia harus membayar premi Rp7 juta per tahun.

Maka itu, jangan lagi menunda berasuransi. Bila memang Anda sudah perlu berasuransi, segera lakukan. Karena menundanya hanya akan membuat biaya premi lebih mahal seiring pertambahan usia.

2. Riwayat kesehatan

Perusahaan asuransi umumnya mensyaratkan tes kesehatan terlebih dulu pada calon pembeli polis asuransi sebelum meneken kontrak pertanggungan. Selain itu, saat mengisi pengajuan polis asuransi, Anda pasti akan diminta menuliskan secara jujur riwayat kesehatan pribadi bahkan riwayat kesehatan orangtua.

Mengapa perusahaan asuransi ingin mengetahui riwayat kesehatan Anda sampai detil? Tak lain karena data riwayat kesehatan tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi mereka dalam menentukan harga premi untuk polis asuransi Anda. Bagaimanapun, kesehatan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi besar kecil risiko kematian seseorang.

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa BPJS Kesehatan Saja Tidak Cukup

Apabila Anda memiliki riwayat kesehatan yang buruk, misalnya, pernah menderita sakit berat seperti diabetes atau hipertensi, biaya premi asuransi Anda kemungkinan mahal. Sebaliknya, bila Anda jarang sakit dan tidak memiliki riwayat sakit berat, harga polis asuransi mungkin bisa lebih murah.

3. Perokok aktif atau tidak

Selain diminta menuliskan riwayat kesehatan, Anda biasanya juga diminta menuliskan data apakah Anda seorang perokok aktif atau tidak. Perusahaan asuransi kebanyakan melihat, seorang perokok memiliki risiko kesehatan lebih besar ketimbang yang tidak merokok. Risiko kesehatan yang tinggi alhasil mempengaruhi juga tingkat risiko kematian. Tidak mengherankan bila polis asuransi kesehatan atau asuransi jiwa memiliki premi lebih mahal bila si tertanggung adalah seorang perokok aktif.

4. Jenis pekerjaan

Faktor keempat yang mempengaruhi mahal tidaknya premi asuransi adalah jenis pekerjaan si tertanggung. Ini karena jenis pekerjaan juga dinilai memiliki sumbangan pada besar kecil risiko kematian. Sebagai contoh, apabila nda bekerja di sebuah bidang dengan risiko kecelakaan dan kematian cukup tinggi seperti pekerjaan di tambang minyak atau gas bumi, awak maskapai penerbangan, pilot pesawat, tenaga konstruksi, bahkan jurnalis, preminya biasanya dikenakan cukup mahal. Jadi, tidak perlu terkejut ketika harga premi asuransi Anda mahal ketika profesi yang Anda jalankan saat ini termasuk dalam kategori berisiko bagi perusahaan asuransi.

5. Nilai uang pertanggungan

Semakin besar uang pertanggungan yang Anda butuhkan, kemungkinan besar harga premi yang harus Anda bayarkan akan semakin mahal. Uang pertanggungan senilai Rp1 miliar dibandingkan dengan uang pertanggungan senilai Rp5 miliar, jelas akan mempengaruhi tingkat premi yang harus dibayarkan oleh pemegang polis.

Maka itu, bijaksanalah dalam menghitung kebutuhan nilai uang pertanggungan asuransi Anda. Hitung dengan cermat dan sesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat inflasi di masa mendatang. Bila Anda kesulitan menghitung sendiri, Anda bisa berkonsultasi pada penasihat keuangan.

6. Masa kontrak polis

Kontrak asuransi atau masa perlindungan asuransi tersedia dalam berbagai pilihan. Dari mulai yang paling singkat seperti asuransi perjalanan hingga asuransi seumur hidup seperti asuransi whole life. Semakin lama masa perlindungan asuransi, umumnya harga preminya juga akan semakin mahal. Memilih kontrak perlindungan lima tahun atau 20 tahun jelas akan memberikan perbedaan pada beban premi yang akan dibayar kelak.

Baca juga: Lima Pandangan tentang Asuransi yang Membahayakan Keuangan

Supaya premi yang Anda bayarkan efisien, hitung dengan teliti sampai seberapa lama sebenarnya Anda membutuhkan perlindungan asuransi. Khusus untuk asuransi jiwa, sebagai contoh, Anda bisa memakai asumsi usia anak terkecil. Misalnya, anak terkecil Anda saat ini baru berusia lima tahun dan kemungkinan bisa mandiri 20 tahun lagi, maka Anda hanya perlu membeli asuransi jiwa dengan masa perlindungan maksimal 20 tahun saja.

7Jenis asuransi

Ada banyak jenis asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Ada term life insuranceatau asuransi jiwa berjangka, ada pula yang berbentuk asuransi whole life, juga ada unit link yang menggabungkan fungsi proteksi dan investasi.

Asuransi jiwa berjangka kemungkinan menetapkan harga premi lebih murah ketimbang unit link. Ini karena asuransi unit link menuntut pembayaran premi untuk dua fungsi, yaitu proteksi dan investasi. Hal yang sama juga berlaku bila Anda membeli asuransi yang menggabungkan fungsi proteksi sekaligus sebagai tabungan.

Itulah tujuh hal yang mempengaruhi mahal tidaknya harga polis asuransi. Sudah tidak bingung lagi, kan?