6 Kesalahan Berbisnis di Instagram yang Perlu Dihindari

0
725
berbisnis di Instagram

Menjajaki karir sebagai wirausaha atau entrepreneur saat ini makin banyak dilirik oleh kaum muda. Era kecanggihan teknologi internet telah banyak melahirkan usaha baru dengan merek sendiri yang sukses dirintis anak muda. Nah, salah satu kanal media sosial favorit di jagat internet saat ini adalah Instagram. Banyak yang mulai tertarik mulai berbisnis di Instagram.

Jika Anda berniat menerjuni dunia wirausaha dan memanfaatkan media sosial seperti Instagram atau kanal media sosial lain, kesuksesan menanti Anda asalkan mau bekerja keras. Selain itu, jangan lupa menghindari kesalahan umum yang bikin banyak usaha rintisan yang gagal. Apa saja kesalahan-kesalahan umum yang perlu dihindari agar berbisnis di Instagram tidak gagal di tengah jalan? Simak di bawah ini.

Kesalahan Berbisnis di Instagram yang Perlu Dihindari

1. Tidak memiliki perencanaan bisnis  

Kesuksesan sebuah bisnis tidak bisa sekadar mengandalkan kekuatan modal semata apalagi hanya ikut-ikutan tren bisnis yang tengah naik daun. Misalnya, saat ini tengah tren bisnis kopi kekinian dengan brand-brand baru yang sukses diusung pemiliknya. Ikut-ikutan merintis bisnis kopi kekinian tanpa berbekal rencana bisnis yang matang hanya akan membawa Anda pada kegagalan.

Baca Juga: Tips Sukses Jalankan Usaha Sambil Bekerja

Agar risiko kegagalan berbisnis di Instagram bisa diperkecil, milikilah perencanaan bisnis yang matang. Perencanaan bisnis meliputi visi dan misi usaha yang Anda bangun, deskripsi usaha, produk atau layanan yang hendak Anda jual, keunikan produk, analisis pasar, rencana pemasaran, hingga perencanaan keuangan bisnis meliputi arus kas usaha.

Rencana bisnis ini menjadi pegangan Anda agar dapat fokus membesarkan usaha. Bukan cuma itu, rencana bisnis juga Anda perlukan kelak ketika hendak menjaring investor untuk mengembangkan bisnis.

2. Bangunan branding kurang kuat 

Membangun usaha dengan brand sendiri dengan memanfaatkan media sosial, membutuhkan strategi branding yang kuat. Media sosial ibarat toko yang berfungsi sebagai etalase usaha. Anda akan kesulitan menarik orang atau calon pembeli untuk mampir ke toko bila tampilan toko tersebut tidak jelas konsepnya. Pastikan konsep branding Anda matang, meliputi nama, logo usaha, juga semua aspek yang berhubungan dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Untuk membangun branding usaha yang kuat melalui media sosial seperti Instagram, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Antara lain, ciptakan konten yang berkualitas. Konten berkualitas adalah cara efektif menarik orang agar mau mengenal brand Anda. Lalu, jaga konsistensi dengan membuat ciri merek yang kuat. Itu bisa Anda tuangkan dalam pemilihan foto atau konten Instagram, gaya penulisan caption, pemakaian tanda tagar, hingga pemilihan filter foto yang konsisten.

3. Menerapkan strategi harga yang salah

Menentukan harga yang pantas untuk produk atau layanan yang Anda jual saat berbisnis di Instagram juga perlu strategi yang tepat. Bila harga yang Anda pasang terlalu mahal untuk target pasar yang disasar, produk Anda akan sulit terjual. Begitu juga sebaliknya, ketika harga yang ditetapkan terlalu rendah bagi segmen pasar yang Anda incar, branding produk menjadi kurang konsisten sehingga menyulitkan penjualan.

menentukan harga produk yang dijual

Contoh, Anda berbisnis produk kosmetik dengan merek sendiri yang menyasar kalangan menengah ke atas. Segmen ini sebenarnya tidak terlalu sensitif harga karena lebih mementingkan kualitas dan citra eksklusif. Ketika Anda menetapkan harga produk terlalu murah atau setara dengan produk kosmetik untuk segmen di bawahnya, target pasar bisa ragu untuk membeli. Maka itu, pastikan Anda telah melakukan riset mendalam tentang segmen pasar yang jadi incaran sebelum menentukan harga yang pantas.

4. Memulai usaha dengan modal terlalu sedikit

Membangun bisnis berbeda dengan berdagang. Berdagang cenderung berorientasi pada penjualan dan keuntungan jangka pendek. Tapi, ketika Anda berniat berbisnis di Instagram dengan brand sendiri, Anda harus mampu bernafas panjang dan tidak mudah tergiur dengan keuntungan jangka pendek.

Baca juga: Ingin Punya Usaha, Mulai Mengumpulkan Modal Darimana?

Karena membutuhkan komitmen dan strategi jangka panjang, penting bagi Anda untuk menyiapkan modal usaha yang memadai. Paling tidak, siapkan strategi permodalan minimal untuk setahun ke depan. Buatlah berbagai skenario dari mana sumber modal usaha, apakah dari kantong Anda sendiri? Bila modal dari uang pribadi menipis, apa skenario cadangan permodalan. Dengan begitu, Anda bisa menghindari kegagalan bisnis di tengah jalan hanya karena salah mengantisipasi kebutuhan modal.

5. Lupa membangun sistem bisnis

Kesalahan umum berikut yang kerap dilakukan oleh wirausaha pemula adalah melupakan pembangunan sistem. Bisnis yang baik membutuhkan sistem yang tertata. Sebuah bisnis sulit berkembang bila terjebak pada “one man show”.

Banyak usaha muda yang gagal di tengah jalan karena si pemilik kehabisan energi mengurus semuanya sendiri. Pemilik usaha bertindak sekaligus sebagai investor, mengurus dapur produksi, pelaksana operasional hingga menangani pemasaran dan penjualan harian. Usaha yang dibangun pun relatif rentan karena cenderung bergantung pada satu orang alih-alih mengandalkan sistem.

Baca juga: 5 Hal Penting Bila Ingin Merintis Usaha Sampingan

Agar terhindari dari kesalahan ini, jangan ragu untuk memulai membangun sistem sedari awal. Memang tidak mudah tapi Anda bisa memulainya dengan langkah sederhana. Misalnya, merekrut tenaga sumber daya manusia secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan bisnis.

6. Meremehkan administrasi keuangan

Kesalahan ini sering dilakukan padahal bisa berimbas serius pada kesehatan dan kelangsungan usaha. Contoh peremehan administrasi keuangan antara lain, mencampuradukkan keuangan usaha dan keuangan pribadi, tidak memiliki catatan keuangan yang rapi, kurang disiplin mencatat arus keluar masuk keuangan bisnis, dan lain sebagainya.

Hindari kesalahan-kesalahan seperti itu dengan disiplin memisahkan keuangan bisnis Anda dengan keuangan pribadi, termasuk pencatatannya. Dengan begitu, Anda memiliki potret finansial usaha yang jelas, tidak lagi tercampuri dinamika keuangan pribadi. Jangan lupa pula untuk lebih dulu memperkuat finansial pribadi agar kelangsungan bisnis Anda bisa lebih lama.

Salah satu caranya adalah dengan memiliki proteksi kesehatan yang memadai. Jangan sampai keuangan usaha ikut terguncang ketika suatu saat Anda terjatuh sakit dan membutuhkan biaya berobat. Anda bisa menimbang Avrist Simple Start, asuransi kesehatan dari Avrist Insurance yang bersistem cashless, memberikan manfaat rawat inap dan rawat jalan hingga santunan harian. Premi pun terjangkau yang bisa Anda bayarkan tahunan atau bulanan. Yang juga menarik, urusan klaim tidak ribet karena bisa diurus secara online.

Dengan menghindari enam kesalahan umum tersebut, peluang keberhasilan usaha yang Anda rintis bisa lebih besar. Jadi, tunggu apa lagi? Selamat memulai usaha!