5 Cara Mudah Memeriksa Kesehatan Keuangan Pribadi

0
1920
asuransi jiwa

Memeriksa kesehatan keuangan pribadi menjadi hal penting sebagai bekal penting sebelum Anda memasang berbagai target keuangan baru untuk tahap kehidupan selanjutnya. Dengan mengetahui kondisi keuangan yang seadanya, menyusun target keuangan baru dapat berjalan lebih realistis. Sebenarnya mudah saja untuk mengevaluasi kondisi kesehatan keuangan tanpa harus mendatangi penasihat keuangan secara khusus. Anda bisa memakai 5 cara mudah memeriksa kesehatan keuangan pribadi berikut ini.

1. Rasio utang sehat

Cara mudah memeriksa kesehatan keuangan pribadi pertama yang dapat Anda hitung adalah rasio kemampuan pembayaran utang atau debt service ratio. Rasio ini sangat penting untuk mengukur apakah keuangan Anda terlalu terbebani utang sehingga sering defisit? Atau, masih cukup sehat sehingga bisa menutup semua pos kebutuhan penting mulai dari kebutuhan rutin, sampai kebutuhan proteksi, dan investasi.

Acuan debt service ratio yang sehat adalah maksimal 35% dari total pendapatan rutin Anda. Cara menghitungnya mudah. Pertama, jumlahkan terlebih dulu semua beban cicilan utang yang harus Anda bayar setiap bulan atau setiap tahun. Kedua, totalkan seluruh jumlah pendapatan yang Anda dapatkan setiap bulan atau setiap tahun. Ketiga, bagilah total nilai cicilan utang bulanan dengan total pendapatan setiap bulan, maka Anda akan mendapatkan angka rasio utang bulanan. Begitu juga bila Anda ingin melihat rasio utang tahunan, maka Anda tinggal mengganti total beban cicilan utang per tahun dibagi dengan pendapatan tahunan.

Baca juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Mempercepat Kemerdekaan Finansial

Angka rasio utang maksimal sebesar 35%, tidak boleh melebihi angka tersebut. Mengapa? Ini supaya arus kas bulanan atau tahunan Anda tidak terganggu beban utang. Selain itu, selain untuk membiayai kebutuhan rutin dan bayar cicilan utang, seseorang masih perlu memakai pendapatannya untuk membiayai kebutuhan proteksi atau asuransi dan berinvestasi untuk tujuan keuangan masa depan.

Gambarannya bila saat ini pendapatan bulanan Anda mencapai Rp10 juta per bulan, maka beban cicilan utang mulai dari cicilan kartu kredit, cicilan Kredit Pemilikan Rumah, atau kredit-kredit yang lain, maksimal sebesar Rp3 juta per bulan.

2. Rasio likuiditas (dana darurat)

Rasio ini dapat Anda gunakan untuk mengukur kesiapan keuangan Anda menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan dana tunai segera. Itulah mengapa disebut sebagai rasio likuiditas. Likuiditas mengindikasikan kemampuan sebuah aset diubah cepat dan mudah menjadi bentuk tunai. Cara menghitungnya mudah. Totalkan jumlah aset berupa uang tunai yang Anda miliki dan aset setara kas seperti tabungan di bank, deposito, emas, obligasi tenor pendek, reksa dana pasar uang, dan sebagainya. Lalu, bagilah dengan jumlah pengeluaran rutin tiap bulan. Satuannya adalah bulan.

Sebagai gambaran, saat ini nilai dana tunai yang Anda miliki berikut aset setara kas adalah Rp50 juta. Adapun total pengeluaran rutin setiap bulan Anda adalah Rp5 juta. Maka, rasio likuiditas keuangan Anda adalah Rp50 juta/Rp5 juta= 10 bulan.

Baca juga: Baru Ingin Berinvestasi? Yuk, Ketahui 5 Hal Ini

Ini artinya, aset likuid yang Anda miliki bisa menyokong beban pengeluaran Anda selama 10 bulan dalam kondisi Anda tidak memiliki pendapatan. Menurut perencana keuangan, acuan rasio likuiditas yang ideal minimal sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan. Perinciannya, bila saat ini Anda masih berstatus lajang, rasio likuiditas minimal sebesar 3 kali pengeluaran bulanan. Bila sudah menikah maka minimal sebesar 6 kali sampai 12 kali nilai pengeluaran bulanan.

3. Rasio tabungan

Salah satu kebiasaan baik keuangan yang perlu selalu Anda jaga adalah menabung atau menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan di masa depan. Menabung juga sebaiknya tidak dipahami sebagai menempatkan dana di produk tabungan semata. Menabung atau saving di sini termasuk juga menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi demi mencapai tujuan keuangan.

Cara menghitung rasio tabungan dengan mudah, yaitu membagi nilai total tabungan tahunan dibagi dengan jumlah pendapatan tahunan. Sebagai contoh, saat ini tabungan yang sudah Anda kumpulkan mencapai Rp30 juta. Adapun total pendapatan tahunan mencapai Rp120 juta. Maka, rasio tabungan Anda adalah 25%. Angka rasio tabungan minimal sebesar 10%. Semakin besar semakin baik. Bila rasio tabungan Anda 25%, ini berarti indikasi keuangan pribadi Anda cukup sehat.

Bila saat ini rasio tabungan Anda ternyata belum ideal, Anda bisa memulainya dengan memastikan menyisihkan minimal 10% dari pendapatan bulanan untuk tabungan. Ini dapat menjadi ide menarik untuk resolusi keuangan tahun depan.

4. Rasio solvabilitas

Seberapa rentan keuangan Anda terjebak dalam kondisi bangkrut? Bila penasaran ingin mengetahui, Anda bisa menghitungnya dengan mengetahui rasio solvabilitas. Rasio ini berguna untuk menunjukkan porsi kekayaan yang Anda miliki sesungguhnya terhadap total aset yang Anda miliki. Angkanya minimal 35%, semakin besar angkanya akan semakin baik.

Cara menghitungnya adalah bagilah nilai total kekayaan bersih Anda dengan total aset. Nilai total kekayaan bersih didapatkan dengan menjumlahkan semua aset Anda mulai dari aset likuid, aset investasi hingga aset guna, lalu kurangi dengan total jumlah kewajiban (utang jangka pendek, menengah, dan panjang). Itulah nilai kekayaan bersih Anda. Sebagai contoh, total nilai aset Anda adalah Rp1,5 miliar dengan nilai total kewajiban mencapai Rp400 juta. Maka, kekayaan bersih Anda adalah Rp1,1 miliar.

Nah, berapa rasio solvabilitas Anda? Anda tinggal membagi nilai kekayaan bersih Rp1,1 miliar dibagi nilai total aset Rp1,5 miliar. Didapatkan angka rasio solvabilitas sebesar 73,34%. Ini berarti total kekayaan yang Anda miliki mencapai 73,34% dari total aset. Dengan rasio sebesar itu, ketahanan kondisi keuangan Anda terhadap kebangkrutan akibat penurunan aset terbilang relatif rendah.

5. Rasio utang versus aset

Rasio ini untuk menggambarkan seberapa banyak jumlah aset Anda yang masih dibiayai oleh utang. Seseorang mungkin banyak memiliki aset berupa rumah atau kendaraan pribadi. Namun, apakah aset tersebut bisa disebut sebagai kekayaan bersih sesungguhnya? Belum tentu. Karena bisa jadi aset-aset berupa rumah atau kendaraan itu didapatkan dengan dana utang.

Baca juga: Jurus Mudah Memiliki Rumah sebelum Usia 30 Tahun

Cara menghitung rasio utang dibanding aset adalah dengan membagi total jumlah aset yang Anda miliki dengan jumlah utang. Angkanya harus di bawah 50%. Semakin kecil semakin baik. Bila angkanya sampai 50% atau lebih dari itu, maka itu mengindikasikan keuangan Anda tidak sehat.

Itulah lima indikator memeriksa kesehatan keuangan pribadi yang sehat dan bisa Anda terapkan untuk menilai kondisi keuangan. Dengan memeriksa kesehatan keuangan pribadi yang sebenarnya, tahun yang baru bisa Anda jelang dengan perencanaan keuangan lebih baik. Yuk, berhitung sekarang!